Isu pemekaran yang sedang hangat di perbincangkan terakhir ini, bukan lagi hanya menjadi konsumsi pihak politisi saja, tetapi telah menjadi bagian dari pembicaraan di setiap elemen masyarakat. Apa sebenarnya yang diharapkan dari pemekaran ini? jawaban yang akan kita dapatkan sungguh sangat beragam, salah satunya adalah agar derah tertinggal dapat dengan cepat mendapatkan pelayanan langsung dari pemerintah pusat dan tidak bergantung lagi secara penuh pada propinsi atau daerah yang selama ini menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah pusat, Daerah ingin madiri dan bisa menentukan nasibnya sendiri. Namun dalam pemekaran ini banyak juga mendapat (Pro dan Kontra) di kalangan masyarakat, dan inilah yang menjadi bumerang dan masalah yang sangat sulit di pahami oleh berbagai kalangan politisi. Mereka menyuarakan pemekaran tetapi tidak memikirkan apa dan bagaimana nasib daerah yang dimekarkan ini dikemudian hari. Yang jadi pilihan utama adalah pemekaran harus terjadi. Pemekaran boleh saja dilakukan demi kemandirian daerah, tetapi jangan sampai ada juga pihak yang dirugikan atau daerah lain yang dirugikan.
Dalam kasus Pemekaran atau pembentuk Propinisi Tapanuli yang sedang hangat dibicarakan terakhir ini sangatlah meresahkan masyarakat Pulau Nias (khusunya), baik yang tinggal Pulau Nias mapun yang tinggal di luar Pulau Nias, baik kalangan Politisi Nias, Masyarakat dan apalagi Mahasiswa dari Pulau Nias, karena Pulau Nias di klaim telah sepakat untuk bergabung dengan Propinsi Tapanuli, padahal berita itu hanya disampaikan secara pribadi oleh oknum tertentu dan tidak benar. Sebagai bukti kita bisa melihat aksi yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa Nias di Depan gedung MPR/DPR Jakarta baru-baru ini, mereka menyuarakan penolakan bergabungnya Pulau Nias pada Propinsi Tapanuli.
Kita masyarakat Nias, mendukung pemekaran atau pembentukan Propinsi Tapanuli tetapi Kita (Masyarakat Nias) Menolak tegas bergabung dengan Propinsi Tapanuli.
Apa keuntungan masyarakat Nias Jika bergabung dengan Propinsi Tapanuli? (kita belum menemukannya) kalau di kliam bahwa Pulau Nias lebih dekat dengan Tapanuli, itu benar kalau kita melihat jarak dalam Peta, tetapi kalau kita melihat bagaimana jalur Transportasi menuju kesana tidaklah jauh lebih baik, untuk bisa sampai disana saja masyarakat Nias perlu waktu 1 hari 1 malam. apakah itu salah satu keuntungannya?
Apak kerugian yang dialami masyarakat Nias jika bergabung dengan Propinsi Tapanuli?
1. Sektor Pembangan: Pembangunan tidak akan sampai dengan cepat di di Pulau kecil (Nias) ini, pembangunan pasti diutamakan terlebih dahulu di Ibu Kota Propinsi baru yaitu di Tapanuli, begitu juga sarana dan prasarana lainnya. Sepuluh tahun kedepanpun Pulau Nias tidak akan tersentuh dengan pembangunan. Apalagi kalau kita melihat perkembangan Pulau Nias sekarang ini, masih belum bisa kita katakan sudah maju, seperti yang dikatakan oleh TB. Silalahi terakhir ini di (harian Sib). kita jangan menjadikan ibu kota sebagai patokan kemajuan itu, tetapi marilah kita melihat Pulau Nias itu secara keseluruhan, apakah sudah maju atau belum. kita tidak tahu secara spesifik apa apanya alasannya mengatakan Nias jauh lebih maju dari daerah lain.
2. Bidang pendidikan: seperti yang sudah kita ketahui, mutu pendidikan di Nias saat ini belum bisa kita katakan sudah baik, kalau kita mlihat tinggkat pengangguran di Nias sangatlah tinggi, jangan kita jadikan patokan tinggkat pengangguran yang ada sekarang ini kecil karena adanya BRR. BRR tinggal beberapa bulan lagi setelah itu..............? Propinsi Tapanuli ini nanti kalau jadi terbentuk ibarat sebuah Keluarga baru, yang baru mempersiapkan segala sesuatu kebutuhannya, setelah itu baru bisa membantu keluarga lain (itupun kalau dia mau). nah sampai kapan masyarakat Nias menunggu itu?
3. Sember daya Alam: Sembur daya alam yang ada di Pulau nias cukuplah besar, hanya saja belum ada sistem yang baik untuk mengolah dan memanfaatkannya, inilah tantangan bagi pemerintah yang ada sekarang ini. Kalau Pulau Nias bergabung dengan Tapanuli, sember daya yang ada itu akan di ambil dulu untuk membangan Propinsi yang baru dibangun ini, sementara Pulau Nias hanya melihat dan menjadi tamu di rumah sendiri. kita janganlah mengkaji segala sesuatu itu terlalu baik, tetapi kaji buruklah terlebih dahulu, agar kita punya persiapan menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.
4. Pemekaran: Sekarang ini, Pulau Nias juga sedang berusaha untuk melakukan pemekaran, nah bagaimana nantinya pembangun bisa terwujud pada daerah Nias yang dimekarkan ini, sementara Ibu kota Propinsi yang menjadi induk pembangunan baru juga dimekarkan.
5. Cita-cita kedepan: Setelah Pulau Nias dimekarkan, apakah kita tidak mempunyai mimpi (cita-cita) yang lebih jauh kedepan? apakah pemekaran daerah menjadi 4 kabupaten dan 1 kota madya sudah cukup? tentu tidak. untuk itu, kami mengajak semua pihak yang ada, marilah kita berpikir sekali lagi.
Sekian saja dari kami, dalam sebumumnya kami ucapkan teriama kasih.
Dukung Pembentukan Propinsi Tapanuli tetapi Tolak Untuk Bergabung.
By: Perlindungan Hulu
